
2. Alaska Earthquake, 1964

3. Indian Ocean Earthquake, 2004

4. Kamchatka Earthquake, 1952

5. Sendai Earthquake, 2011

6. Sumatra Earthquake, 1833

7. Ecuador-Colombia Earthquake, 1906








































2. K2 (Godwin Austen), pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 28,250 ft / 8,611 m.
K2 ialah pegunungan tertinggi ke-2 di dunia. Terletak di bagian Karakoram dari Himalaya antara Pakistan dan Republik Rakyat Cina; merupakan pegunungan nasional di Pakistan. Tinggi pegunungan ini mencapai 8,611 meter (28,251 kaki). Konon, pegunungan ini lebih sulit didaki daripada Gunung Everest karenacuacanya ang buruk. K2 juga lebih tinggi di daerah sekitarnya bila dibandingkan ke Everest. K2 dijuluki “Pegunungan Kejam” karena hal ini. Pada tahun 2004, hanya 246 orang yang berhasil mendaki sampai ke puncak. Setidaknya 56 orang meninggal ketika mencoba mendakinya. Nama tak resmi untuk K2 ialah Gunung Godwin Austen, dinamai dari nama orang yang pertama kali memanjatnya. Selain itu pegunungan ini juga dinamai Qogir (diturukan dari Chogori), Lamba Pahar, Dapsang, Kechu, Ketu, dll.
3. Kangchenjunga, pegunungan Himalaya, India/Nepal, 28,169 ft / 8,586 m.
Kangchenjunga (Nepali:कञ्चनजङ्घा Kanchanjaŋghā) SewaLungma (Limbu) adalah gunung tertinggi ke-3 di dunia setelah Gunung Everest dan Chogori) dengan ketinggian 8.586 meter (28.169 kaki). Gunung ini juga adalah gunung tertinggi ke-2 di Nepal. Kangchenjunga berarti “Lima Harta Karun Salju, karena ia terdiri dari 5 puncak, empat diantaranya mencapai lebih dari 8.450 meter. Harta karun itu melambangkan 5 benda milik dewa yaitu emas, perak, permata, biji-bijian dan kitab suci. Kangchenjunga disebut Sewalungma dalam bahasa Limbu dan disucikan dalam tradisi agama Kirant. Tiga dari 5 puncaknya (utama, tengah, dan selatan) membatasi wilayah Sikkim Utaradari distrik Sikkim, India dan Distrik Taplejung di Nepal, dan 2 yang lain berada diDistrik Taplejung. Selain itu wilayah ini juga dijadikan Kangchenjunga Conservation Area Project oleh World Wildlife Fund [2] [3] [4] [5] [6], yang melindungi satwa Panda Merah, burung, dan tanaman khas Nepal. Bagian India juga memiliki wilayah yang dilindungi dalam Taman Nasional Khangchendzonga.
4. Lhotse I, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 27,940 ft / 8,516 m.
5. Makalu I, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 27,766 ft / 8,463 m.
6. Cho Oyu, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 26,906 ft / 8,201 m.
7. Dhaulagiri, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,795 ft / 8,167 m.
1. The Death Road (Bolivia)
Yungas Road sebelah utara yg dikenal sbg Death Road (Jalan Kematian) terletak di km 61 s/d 69 dari kota La Paz menuju ke Coroico (Ibukota Bolivia, wilayah Amazon) di propinsi Yungas, Bolivia. Di thn 1995 Inter American Development Bank menjulikinya sbg Jalan Kematian. Diperkirakan 200-300 orang per tahun meninggal saat melintasi jalur ini.
Di akhir tahun 2006, setelah dibangun selama 20 thn, sebuah jalan lintas (by pass) dari La Paz menuju Coroico akhirnya bisa dipakai. Akibatnya Jalan Kematian ini tidak lagi seramai dulu. Bisa ditebak, tingkat kecelakaan-pun menurun
2. Guoliang Tunnel Road (China)
Jalan di gunung Taihang dibangun oleh penduduk setempat. Selama lima tahun, terowongan dengan panjang 1,2 km, tinggi 5 meter dgn lebar 4 meter ini dibangun. Beberapa orang meninggal dlm kecelakaan selama pembangunan jalan tsb. Terowongan tsb akhirnya dibuka pada tgl 1 Mei 1977. Letaknya di propinsi Hunan, RRC
3. Ruta 5: Arica to Iquique Road (Chile)
Jalanan dari Afrika menuju Iquique ini terkenal berbahaya. Saat kita berkendara dgn kencang, maka angin dari samping yg amat kencang bisa mendorong mobil kita terjun ke lembah yg dalam. Apalagi saat ada yg menyalip, maka kekuatan angin akan semakin berlipat. Krn letaknya di tengah padang pasir, maka seringkali muncul halusinasi yg bisa menipu pandangan para pengendara. Oleh krn itu utk bisa selamat dari jalanan ini dibutuhkan konsentrasi yg berlebih dlm berkendara
4. Siberian Road to Yakutsk (Russia)
Jalan raya yg menghubungkan Moscow dgn Yakutsk ini terkenal paling dingin sedunia di luar benua Antartika. Oleh krn itu jalan ini tdk bisa diaspal. Akibatnya bisa diduga. Saat musim panas tiba, hujan yg turun akan menyebabkan jalan menjadi rusak parah.
5. Sichuan-Tibet Highway (China)
Jalan raya Sichuan-Tibet memiliki kemiringan yg tinggi, yaitu di daerah antara Chengdu dan Tibet. Tanah longsor dan salju longsor seringkali terjadi di daerah ini, yg menjadikan jalanan ini menjadi sangat berbahaya.

6. James Dalton Highway (Alaska)
Jalan raya James Dalton memiliki panjang 414 mil dan terbuat dari batu2 gravel. Jalan ini menuju ke arah utara dari Livengood (keluar dari Jalan Raya Elliott), melalui padang es kutub utara menuju ke jalur paling utara dari Alaska.
Jalanan ini dipakai utk menyuplai tambang minyak Prudhoe Bay, shg di sini akan sering anda temui traktor2 serta trailer2 berukuran besar. Setiap kali mrk lewat akan menyebabkan batu2 beterbangan. Hampir semua perusahaan rental mobil tdk memperbolehkan mobil2 mrk dipakai melintasi jalan ini. Kombinasi antara batu2 gravel yg licin (baik akibat es ataupun lumpur) serta batu2 dan debu beterbangan yg menyebabkan pandangan sama sekali tertutup mengancam keselamatan anda. Jgn sekali2 utk melewati jalan ini, kecuali mobil anda berjenis 4WD serta dilengkapi radio CB, bahan bakar ekstra, ban cadangan, persediaan makanan serta berbagai bekal lain utk survival.
7. Patiopoulo-Perdikaki Road (Greece)
Jalan ini mrpk satu jalur pendek yg sangat ramai, yg membentang antara Patiopoulo ke Perdikaki, Yunani. Jalurnya menanjak serta berbahaya krn banyak bagian2 yg rusak serta berbukit2 tanpa penerangan ataupun fasilitas keamanan yg memadai. Kendaraan yg melintasi bukit seringkali tidak melihat kendaraan lain yg menuju ke arahnya. Apalagi di jalur ini seringkali dipakai oleh pejalan kaki, ternak, truk, bus dan mobil
8. Trollstigen (Norway)
Trollstigen yg berarti Tangga Troll (Troll = raksasa dlm legenda Yunani) adalah jalanan yg melintasi pegunungan di Rauma, Norwegia, bagian dari Jalan Nasional Norwegia 63 yg menghubungkan Åndalsnes di Rauma dan Valldal di Norddal. Daerah ini sering dikunjungi turis krn terdiri dari jalur2 pendek yg berkelok2 secara tajam. Walaupun beberapa tahun belakangan sudah diperlebar, kendaraan yg lebarnya melebihi 12,4 meter dilarang melintasi jalan ini. Di puncak jalan ini terdapat lahan parkir yg cukup luas. Dari lahan parkir tsb kita bisa berjalan kaki selama 10 menit ke sebuah balkon utk menikmati pemandangan jalan berkelok2 serta air terjun Stigfossen yg tingginya 320 meter