Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Asal Usul Nama "KUTANG"


tidak banyak yang tahu dari mana asal kata "kutang" atau bra atau BH (dibaca beha) yang digunakan wanita. Ternyata kata ini berasal dari bahasa Perancis.

Sejarahnya, pada masa penjajahan Belanda dulu, di hari pertama pengerjaan proyek pembuatan jalan pos Anyer-Panarukan, banyak budak pribumi baik laki-laki maupun perempuan yang bekerja hanya mengenakan semacam cawat. Sedangkan bagian atas tubuh, mulai dari pusar hingga ke leher, telanjang.

Mandor yang bertugas di tempat saat itu, Don Lopez comte de Paris -kaki tangan Daendels yang berkebangsaan Prancis- merasa risih melihat keadaan ini. Ahirnya, ia memotong-motong suatu kain putih dan memberikannya kepada salah satu budak perempuan. Sambil memberikan kain tersebut pada si budak, dia mengatakan,”Tutup bagian berharga itu”. Don Lopez berbicara dalam bahasa Prancis ketika mengatakan hal itu. Dalam bahasa Prancis, berharga adalah coutant.

Budak perempuan itu tidak mengerti mengapa ia diberi kain putih, karena perempuan bertelanjang dada adalah hal yang biasa pada masa itu. Don Lopez yang merasa jengkel, lalu menunjuk-nunjuk payudara budak tersebut sambil terus-menerus mengatakan “Coutant! Coutant!“. Budak-budak pribumi yang melihat keadaan tersebut ahirnya mengerti bahwa kain putih itu dimaksudkan untuk menutup payudara wanita. Dan dalam pemahaman mereka, kain putih yang dipakai untuk menutup payudara itu namanya adalah coutant. Atau, dalam ejaan Indonesia, kutang.

Sejak saat itu, lahirlah entri baru dalam bahasa rakyat, yaitu “kutang” yang bermakna kain pembungkus payudara. Sungguh berbeda dengan kata aslinya dalam bahasa Prancis “coutant” yang bermakna berharga!
»»  READMORE...

Rabu, 08 Februari 2012

paling diburu koletor, uang logam Indonesia yang harganya jutaan

Selain uang logam yang dipergunakan sebagai alat pembayaran, pemerintah Indonesia juga mengeluarkan beberapa jenis uang logam peringatan. Uang-uang logam peringatan ini terbuat dari emas dan perak serta dicetak dalam jumlah sangat terbatas sehingga mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.

Seri peringatan 25 tahun kemerdekaan Indonesia (1970)

1. Pecahan 200 rupiah
Terbuat dari perak (silver) dengan kadar 99,99% seberat 8 gram.
Bergambar burung cendrawasih dan dicetak sebanyak 5100 keping.
Harga berkisar Rp. 400-500 ribu

Pecahan 200 rupiah 1970 (silver)

2. Pecahan 250 rupiah
Terbuat dari perak 99,99% dengan berat 10 gram dan bergambar patung Manjusri dari Candi Tumpang di Malang. dicetak sebanyak 5000 keping, harga jual sekitar Rp. 500 ribu.

Pecahan 250 rupiah 1970 (silver)

3. Pecahan 500 rupiah
Bergambar penari wayang, dicetak sebanyak 4800 keping. Kadar perak 99,99% dengan berat 20 gram. Harga jual sekitar Rp. 500 -600 ribu

Pecahan 500 rupiah 1970 (silver)


4. Pecahan 750 rupiah
Bergambar ukiran Bali, berat 30 gram dengan kadar perak 99,99%. dicetak sebanyak 4950 keping. Harga perkeping sekitar Rp. 600-700 ribu.

Pecahan 750 rupiah 1970 (silver)


5. Pecahan 1000 rupiah
Bergambar Jendral Sudirman dengan berat 40 gram dan terbuat dari 99,99% perak. dicetak sebanyak 4250 keping dengan harga sekitar 800 ribu s/d 1 juta rupiah.
http://2.bp.blogspot.com/_y8y_ZpVbps...AnQ/s400/5.JPG
Pecahan 1000 rupiah 1970 (silver)
.

Kelima pecahan di atas ada yang dikemas dalam bentuk folder berisi sertifikat keaslian. Harga satu set lengkap berkisar di angka 2,5 sampai 3 juta rupiah.


Folder berisi 5 keping logam perak 1970
.

Selain kelima pecahan yang tebuat dari perak, dikeluarkan pula 5 pecahan yang bentuknya sama tetapi dengan nominal dan bahan yang berbeda. Kelima pecahan berikutnya terbuat dari emas dengan kadar 90%.
.

6. Pecahan 2000 rupiah
Gambar dan ukuran sama persis dengan yang perak, terbuat dari emas dengan berat 4,93 gram dan dicetak sebanyak 2970 keping. Sangat langka dan bernilai tinggi. Harga emasnya saja sudah sekitar 1 juta rupiah belum termasuk nilai antiknya.

Pecahan 2000 rupiah 1970 (gold)

7. Pecahan 5000 rupiah
Berat sekitar 12,3 gram dan dicetak sebanyak 2150 keping. Harga emasnya saja sudah sekitar 2,5 juta rupiah.

Pecahan 5000 rupiah 1970 (gold)



8. Pecahan 10000 rupiah
Dicetak sebanyak 1440 keping dengan berat sekitar 24,6 gram. Harga sudah melebihi 5 juta rupiah perkeping.

Pecahan 10000 rupiah 1970 (gold)



9. Pecahan 20000 rupiah
Mempunyai berat 49,37 gram dengan jumlah hanya 1285 keping. Harga saat ini di atas 10 juta rupiah perkepingnya.

Pecahan 20000 rupiah 1970 (gold)
.


10. Pecahan 25000 rupiah
Pecahan terbesar dari seri ini, terbuat dari emas dengan berat 61,7 gram. dicetak hanya sebanyak 970 keping. Sangat langka dan bernilai tinggi. Harga sudah mencapai 14-15 juta rupiah perkeping. Gambar diambil dari situs Bank Indonesia.

Pecahan 25000 rupiah 1970 (gold)


SUMBER

SERI WWF 1974


1. Pecahan 2000 rupiah

Bergambar macan Jawa dan terdiri dari 2 jenis:

a. Terbuat dari perak dengan kadar 50% seberat 25,65 gram. Harga sekitar Rp.200 ribu dan dicetak sebanyak 43000 keping

b. Terbuat dari perak dengan kadar 92,5% (proof) dan berat 28,28 gram. Harga sekitar Rp.300 ribu dan dicetak sebanyak 18000 keping

Pecahan 2000 rupiah 1974 (silver proof)


2. Pecahan 5000 rupiah
Bergambar orangutan, juga terdiri dari 2 jenis:
a. Terbuat dari perak dengan kadar 50% dan berat 32 gram. dicetak sebanyak 43000 keping. Harga sekitar Rp 250 ribu perkeping.
b. Terbuat dari perak berkadar 9,25% (proof) dan berat 35 gram. dicetak sebanyak 17000 keping. Harga sekitar Rp. 350 ribu perkeping.

Pecahan 5000 rupiah 1974 (silver proof)


3. Pecahan 100.000 rupiah
Bergambar komodo yang sangat indah, berbahan emas 90% dengan berat 33,437 gram. dicetak dalam jumlah sangat sedikit yaitu 5333 keping. Harga berkisar di angka Rp. 10 juta perkeping. Karena bentuk dan gambarnya yang indah, coin ini menjadi incaran para kolektor mancanegara.

Pecahan 100.000 rupiah 1974 (gold)

seri taun 74 pernah dipakai di piala dunia 1974


salah satu seri diatas pernah dipakai wasit Jack Taylor di pertandingan Belanda vs Jerman Barat

cuma gw gak tau yang mana, ada yang mau nambahin?


SERI WWF 1987

Hanya terdiri dari 2 pecahan yaitu 10000 (silver) dan 200000 (gold)

1. Pecahan 10000 rupiah
Bergambar babi rusa, terbuat dari perak berkadar 92,5% dengan berat 19,44 gram. dicetak sebanyak 25 ribu keping. Harga sekitar 500 ribu rupiah perkeping.

Pecahan 10000 rupiah 1987 (silver)


2. Pecahan 200000 rupiah
Bergambar badak Jawa dan terbuat dari emas 91,7% dengan berat 10 gram. dicetak sebanyak 5000 keping. Harga sekitar 3 sampai 4 juta rupiah perkeping.

Pecahan 200000 rupiah 1987 (gold)
»»  READMORE...

7 Foto Termahal Di Dunia


7. Tobolsk Kremlin (2009)



Dmitry Medvedev, Tobolsk Kremlin (2009), terjual seharga Rp 15.750.000.000 pada Januari 2010 di Christmas Yarmarka, Saint Petersburg.

6. Billy the Kid (1879-1880)


Fotografer tidak diketahui, terjual seharga Rp 20.458.500.000 pada Juni 2011 di Brian Lebel Old West Show & Auction.

5. The Pond-Moonligh (1904)


Edward Steichen, The Pond-Moonligh (1904), Rp 26.044.560.000, terjual pada Februari 2006, di lelang Sotheby, New York.

4. 99 Cent II Diptychon (2001)


Andreas Gursky, 99 Cent II Diptychon (2001), Rp 29.766.726.120, terjual pada Februari 2007, di lelang Sotheby di London.

3. Untitled (Cowboy)



Richard Prince, “Untitled (Cowboy)” (c.2001-2002), Rp 30.51.895.000, terjual pada 14 November 2007 di Sotheby, New York.

2. Untitled # 96 (1981)


Cindy Sherman, Untitled # 96 (1981), Rp 34.605.997.500, terjual pada Mei 2011, di rumah lelang Christie di New York.

1. Rhine II (1999)


Andreas Gursky, Rhine II (1999), Rp 38.590.957.500, terjual pada 8 November, 2011, di rumah lelang Christie New York.Semoga menambah wawasan kita semua
»»  READMORE...

Kamis, 29 Desember 2011

Foto Waria Terbaru 2011

Luar biasa, benar - benar salut sama waria - waria Asia ini. mereka benar-benar cantik layaknya selebritis papan atas dunia. saya aja sampai heran dan bingung, sebenarnya ini wanita atau pria sih?















»»  READMORE...

Selasa, 11 Oktober 2011

7 pedang mematikan

Pedang pertama kali muncul pada Zaman Perunggu. terbuat dari tembaga dan ditemukan di situs Harappa di Pakistan . Pedang Abad Pertengahan dibuat dari besi dan baja, pada waktu itu pedang mulai diproduksi masal dan digunakan dalam pertempuran. Tentara dilatih dalam ilmu pedang dan siap untuk pertempuran. Itu sebelum era senjata dan artileri bertenaga tinggi dan berhadapan langsung dalam pertempuran. Selama waktu itu dalam sejarah, semua jenderal kerajaan, raja-raja, dan kaisar memiliki pedang pribadi yang dibuat dan diproduksi oleh pembuat pedang terbesar waktu itu. Artikel ini akan menampilkan sepuluh pedang terkenal di dunia yang masih bertahan hingga sekarang. terkecuali Mitologi dan pedang legendaris tidak akan terdaftar.

1. Tomoyuki Yamashita’s Sword


Tomoyuki Yamashita adalah seorang jenderal Angkatan Darat Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Dia menjadi terkenal setelah menaklukkan koloni Inggris di Malaya dan Singapura, akhirnya mendapat julukan “Harimau Malaya.” Setelah berakhirnya Perang Dunia II, Yamashita diadili atas kejahatan perang berkaitan dengan Pembantaian Manila dan kekejaman lainnya di Filipina dan Singapura. Itu adalah sidang kontroversial yang berakhir dengan hukuman mati bagi Tomoyuki Yamashita. Kasus ini mengubah aturan Amerika Serikat dalam hal tanggung jawab komando atas kejahatan perang, menciptakan sebuah hukum yang dikenal sebagai Standar Yamashita.

Selama karir militernya, Tomoyuki Yamashita memiliki sebuah pedang pribadi yang berisi pisau yang diproduksi oleh pembuat pedang terkenal Fujiwara Kanenaga antara 1640 dan 1680. senjata itu pegangannya dibuat ulang pada awal 1900-an. Pedang Samurai itu diserahkan oleh Jenderal Yamashita, bersama dengan pasukannya, pada tanggal 2 September 1945 diambil oleh Jenderal MacArthur dan diberikan kepada West Point Military Museum dimana masih ada sampai saat ini. Pedang adalah salah satu bagian dalam kumpulan besar senjata militer yang bertempat di West Point Museum.

2. Curved Saber of San Martin


José de San Martín adalah seorang jenderal Argentina yang terkenal hidup antara tahun 1778-1850. Dia adalah pemimpin utama dari bagian selatan Amerika Selatan perjuangan untuk kemerdekaan dari Spanyol. San Martín adalah pahlawan Amerika Selatan dan Pelindung 1 Perú. Dibawah kepemimpinan San Martín, kemerdekaan Peru secara resmi dideklarasikan pada tanggal 28 Juli 1821. Di negara Argentina, Ordo Pembebas Jenderal San Martin adalah dekorasi tertinggi yang diberikan.

Salah satu harta yang paling dihargai José de San Martín adalah pedang melengkung bahwa ia membelinya di London. San Martín mengagumi pisau pedang melengkung dan merasa bahwa senjata itu bisa bermanuver dan ideal untuk pertempuran. Untuk alasan ini, ia persenjatai pasukan kavaleri nya granaderos dengan senjata yang sama, yang dianggap penting untuk menambah serangan. Pedang melengkung bersama dengan San Martín hingga kematiannya dan kemudian disampaikan ke Jenderal de la Republica Argentina, Don Juan Manuel de Rosas.

Dalam karyanya akan San Martín disebut pedang sebagai “pedang yang telah menemani saya selama Perang Kemerdekaan Amerika Selatan.” Pada tahun 1896 senjata itu dikirim ke Museum Sejarah Nasional di Buenos Aires di mana ia tetap ada sampai hari ini.

3. Seven-Branched Sword


Dinasti Baekje adalah kerajaan kuno yang terletak di barat daya Korea. Pada puncaknya pada abad ke-4, Baekje menguasai koloni di Cina dan sebagian besar di Semenanjung barat Korea. Mereka adalah salah satu dari Tiga Kerajaan Korea, bersama-sama dengan Goguryeo dan Silla. Pada 372, Raja Geunchogo dari Baekje membayar upeti kepada Jin Timur dan diyakini bahwa Pedang Tujuh-Branched diciptakan dan diberikan kepada raja sebagai tanda pujian.

Senjata besi itu panjangnya adalah 74,9 cm dengan enam tonjolan cabang seperti pisau sepanjang pusat, yang adalah 65,5 cm. Pedang dikembangkan untuk keperluan upacara dan tidak dibangun untuk pertempuran. Pada tahun 1870 seorang pendeta Shinto bernama Masatomo Kan menemukan dua tulisan di Pedang Tujuh-Branched itu. Salah satunya menyatakan “Pada siang pada hari keenam belas bulan kesebelas, tahun keempat era Taiwa, pedang itu terbuat dari baja yang dikeraskan selama 100 kali. Menggunakan pedang dari 100 tentara musuh. Tepat untuk sang raja. “

Pedang Tujuh-Branched mengandung banyak pernyataan, tapi yang paling kontroversial melibatkan frase “enfeoffed Lord,” digunakan ketika menggambarkan Raja Wa sebagai tunduk mungkin untuk penguasa Baekje. Pedang merupakan link sejarah yang penting dan menunjukkan bahwa memang ada hubungan antara negara-negara Asia Timur era ini. Pedang asli Tujuh-Branched saat ini disimpan di Kuil Isonokami di Prefektur Nara Jepang. Hal ini tidak dipamerkan ke publik.

4. Wallace Sword


William Wallace adalah seorang ksatria Skotlandia yang hidup 1272-1305. Wallace dikenal untuk memimpin perlawanan terhadap Inggris selama Perang Kemerdekaan Skotlandia, yang dilancarkan pada akhir abad 13 dan awal 14. Selama hidupnya, William Wallace diangkat sebgai Guardian Skotlandia. Dia memimpin sebuah tentara infanteri yang terlibat di tangan musuh untuk memeranginya. Kepemilikan hadiah banyak dari prajurit adalah pedang mereka. Untuk dapat bertahan di medan perang maka harus menjadi ahli pedang yang berbakat. Pada 1305, William Wallace ditangkap oleh Raja Edward I dari Inggris dan dieksekusi karena pengkhianatan. Hari ini William Wallace di Skotlandia dikenang sebagai seorang patriot dan pahlawan nasional. pedang-Nya adalah salah satu yang paling terkenal di dunia.

pedang William Wallace terletak di Monumen Nasional di Stirling, Skotlandia. Batang pedang ukuran 4 kaki dengan 4 inci panjangnya (132cm) dan berat £ 6,0 (2,7 kg). Pedang dikatakan senjata yang digunakan Wallace pada Pertempuran Stirling Bridge di 1297 dan Pertempuran Falkirk(1298).Terbuat dari besi berlapis emas dan pegangannya dibungkus dengan kulit coklat gelap. Gagang yang ada saat ini pada pedang Wallace bukan asli. Hal ini diyakini bahwa pedang itu telah diubah.

Setelah pelaksanaan William Wallace, Sir John de Menteith, gubernur Dumbarton Castle, menerima pedangnya. Pada tahun 1505, Raja James IV dari Skotlandia membayar 26 shilling untuk memiliki pedang binned dengan tali sutra. Dikatakan bahwa pedang itu telah mengalami banyak perubahan, yang mungkin saja diperlukan karena sarung asli Wallace, gagang dan sabuk dikatakan telah dibuat dari kulit kering Hugh Cressingham, seoang komandan Inggris.

5. Tizona


El Cid adalah seorang pria yang lahir sekitar tahun 1040 di Vivar, yang merupakan kota kecil sekitar enam mil utara Burgos, ibukota Castile . Kerajaan Kastilia adalah salah satu kerajaan abad pertengahan di Semenanjung Iberia. Selama hidupnya El Cid menjadi pemimpin militer yang sukses dan diplomat. Ia diangkat menjadi ketua umum tentara Alfonso VI dan menjadi pahlawan Spanyol. El Cid adalah aset raja paling berharga dalam perang melawan bangsa Moor. Dia adalah ahli strategi militer yang terampil dan ahli pedang yang kuat.

El Cid memiliki pedang yang berbeda dalam hidupnya, tetapi dua yang paling terkenal adalah Colada dan Tizona. Tizona adalah pedang yang digunakan oleh El Cid untuk melawan bangsa Moor. Senjata itu merupakan salah satu peninggalan yang paling dihargai di Spanyol dan diyakini telah ditempa di Cordoba, Spanyol, walaupun mata pedangnya dibuat dari baja Damascus. baja Damaskus terutama digunakan di Timur Tengah. Tizona adalah 103 cm/40.5 inci panjang dan berat 1,1 kg/2.4 pound. Ini berisi dua prasasti yang terpisah, dengan satu daftar tanggal pabrik 1002 dan yang lainnya mengutip doa Katolik Ave Maria. Tizona saat ini dipajang di Museo de Burgos di Spanyol.
6. Napoleon Sword


Pada tahun 1799, Napoleon Bonaparte menjadi pemimpin militer dan politik Perancis setelah melancarkan kudeta. Lima tahun kemudian Senat Prancis menyatakan dirinya kaisar. Pada dekade pertama abad ke-19 Napoleon dan Kekaisaran Perancis terlibat dalam konflik dan perang dengan setiap kekuatan utama Eropa. Pada akhirnya, serangkaian kemenangan memberikan posisi Perancis yang dominan di benua Eropa, tetapi sebagai sejarah nantinya akan terulang, pada tahun 1812 Perancis memulai serangan mereka dari Rusia. Keputusan untuk menyerang Rusia menandai titik balik dalam kekayaan Napoleon. Pada tahun 1814, Koalisi Keenam menyerbu Perancis dan Napoleon ditangkap dan diasingkan ke pulau Elba. Dia akan melarikan diri, tetapi akhirnya meninggal dalam kurungan di pulau Saint Helena. Sejarawan menganggap Napoleon sebagai seorang militer yang jenius dan seorang pria yang membuat kontribusi yang kuat untuk seni operasional perang.

Di medan perang Napoleon membawa pistol dan pedang. Ia memiliki banyak koleksi senjata dan artileri. senjata-Nya adalah salah satu dari jenis dan termasuk bahan terbaik. Pada musim panas 2007, sebuah pedang emas bertatahkan yang dulu milik Napoleon dilelang di Perancis lebih dari $ 6.400.000 dolar. Pedang digunakan oleh Napoleon dalam pertempuran. Pada awal 1800-an, Napoleon memberikan senjata kepada saudaranya sebagai hadiah pernikahan. pedang itu diwariskan dari generasi ke generasi, tidak pernah meninggalkan keluarga Bonaparte. Pada tahun 1978, pedang itu dinyatakan sebagai harta nasional di Perancis dan pemenang lelang tidak teridentifikasi.

7. Sword of Mercy


Pedang Mercy adalah senjata yang terkenal yang dulu milik Edward Confessor. Edward Confessor adalah salah satu raja Anglo-Saxon terakhir Inggris sebelum Penaklukan Norman dari 1066. Ia memerintah 1042-1066 dan pemerintahannya telah ditandai oleh runtuhnya disorganisasi kekuasaan kerajaan di Inggris. Tak lama setelah kematian Edward Confessor, para Normandia mulai memperluas ke Inggris, dipimpin oleh William sang Penakluk.

Pedang Mercy memiliki pisau patah, yang memotong pendek dan persegi. Pada tahun 1236, senjata itu diberi nama curtana dan sejak itu digunakan untuk upacara kerajaan. Pada zaman kuno itu adalah suatu kehormatan untuk menanggung pedang ini sebelum raja. Ini dianggap sebagai isyarat belas kasihan. Cerita sekitar melanggar senjata tidak diketahui, tetapi sejarah mitologis menunjukkan bahwa ujungnya patah oleh seorang malaikat untuk mencegah pembunuhan yang salah.

Pedang Mercy adalah bagian dari Permata Mahkota Kerajaan Inggris dan merupakan salah satu dari hanya lima pedang digunakan selama penobatan raja Inggris. Senjata itu merupakan senjata langka dan salah satu dari hanya sejumlah kecil pedang untuk bertahan hidup pada masa pemerintahan Oliver Cromwell. Selama penobatan di Inggris, Pedang Mercy adalah pedang yang dipegang oleh raja untuk melimpah kan kehormatan pada ksatria .
»»  READMORE...